Fanfiction: Lucy in Japan Wiz Demons.. (cast: KHC, Kim Je Jung, Toshiya, Super Junior, Dir en grey, FT Island)
Bwt peminat yang mau baca penpik ini, disarankan membaca ‘When Cinderella met Snow What??’ terlebih dulu…
“HeChul Hyung, ge.. gemana atuh? Aku tak mau dia mati..!Kalunyaaa…” Kim Je Jung, air matanya bercucuran menyaksikan merah darah mengalir deras mengikis sebatang pria cantik yang di episode lalu baru saja mengalami kebocoran akut di babatoknya, akibat digabrod sebongkah batu seberat 7 kilo oleh.. siapa lagi kalau bukan Cinderella kita yang belegug. Ehm, Kim Hee Chul!
“Aeessh.. narrator, wani sebut gweh belegug, heh?!!!!!!” ya ampiun.. nggak atuh manes, jangan ancam pake belut, eh bedog akh ni tega ke Abang narrator.
“Hyung, jangan ngobrol ke kamera aja ari maneh! Ayu, tulungin si Akang bishounennya!” kata si J supaya si H tidak anteng berdebat dengan kamera. Tapi tampaknya si H terlanjur akrab dengan kamera. “HEECHUL!!”
“Aeesshh… NAON? Nyopan sedikit, leud! (buleud,red)”
“Ituh!!!!” si J tutunjuk celana si H, eh ke arah si B (bishounen) yang mulai engap-engapan seperti kaluk kehabisan air. “Hmn.. gimana, nyak?” si H pun tampak bingung.
“..Jung, kita lempar saja mayatna ke jurang! Yes or No?!”
“Haaaaaa!” si J histeris bari mencabuti bu’uk sorangan seperti ABG yang plin-plan hendak putus atau jadian. “Ke gunung atuh biar dicaplok hiu?”
“AAAaaa.. ntong!Ntong!” sekarang si J kokosehan seperti anak yang embung dicalana.
“Ya, sudah.. langsung kubur mayatna, lets go!!!”
“AAAAAAKKKHHHHH…..”
“Aeesshhh,, NAUN? NAUN DEUI?!!!!” si H pun jadi geram, hampir saja mengangkat batu. “Si akang bishounennya juga belom paeh, Hyung!!” seru si J sambil ngadegungkeun hulu.
Doooooooong
Mengetahui ternyata si B masih hidup, si H jadi lemas seketika. Kulitnya redup tak lagi bersinar seperti kala dia masih muda, air mata cur-cor bak bendungan yang tobros, hatinya tertawa perih atas kekeceawaan yang terlampau berat. Kecewa berat da teu jadi ngurebkeun si B, padahal nguburin orang merupakan cita-citanya sejak balita.
“Damn!” di tendangnya tubuh pria cantik yang ngagoler tak berdaya itu sampai terlontar cukup jauh, dan nuncleb di atas tumpukan beling yang seukeut setajam silet, aduuuh boa kuda lumping! Si J hanya melongo tak mau ikut campur melihat kondisi si B yang teraniaya, dan sepertinya akan menuju ketahap lebih gawat karena si H sudah menggusur tubuhnya melewati keras, dan kejamnya aspal jalanan, serta kotoran kuda sebagai bonus.
“Hyung, mo dibawa kemana??” Tanya si J penasaran.
“Ka tengah jalan, biar digeleng treuk…” ~Dreeeeeng~
“…haduuuhhh kalunyaaa dia, padahal dia ganteng, eh lain.. padahal dia tak bersalah.. ini pembunuhan…!!!” ratap si J peureus. “Aesshhh… bercanda nyaho.. BERCANDAAAAAA!!!” teriak si H sambil lagi-lagi membanting tubuh si B. Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk memulangkan si B ke tempat asalnya.. kebon binatang. “AKH LAEN ATUH AJIGH!” ..iya, iya.. kan bercanda!
“Pria sejati pan harus mengantar sampai rumah!” celetuk si J sampil diam-diam membuka baju si B.
“Ya.. ya.. naun habet dibuka segala, heh?” si H menatap penuh curiga.
“Aku pan mo nyari KTP ari maneh! HeChul Hyung akh salah paham, aku pan pria baik-baik!”
“…heuh gemana elu aja!” ceuk si H bosan bari ikut-ikutan muka celana si B, haar..
“Katemu.. horeeeeee!!” si J teriak garing eh girang mendapatkan KTP dari balik celana si B (WHAT?) ehm, di balik saku aja atuh biar aman. Toast dulu, dunk!
Namun
Kendala semakin berat melanda karena kartu identitas itu memuat hurup kanji.
TAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRR
“Hyung, jadi bacanya apa itu teh?”
“Cicing dulu, jangan ganggu!” si H sibuk membuka celana, beuh.. demen amat.
“LAIN ATUH AJIGH!! Buka kamus kanji.. aeeshhhh ngarti teu sih?” ..aduh.. aduh.. jangan sambil nyipok, eh nyabok atuh manes, cing karunya ka abang narator.
“AAAAAAAAAAAWWWWWWW” begini kalau si J kaget, sampai termundur-mundur menginjak tubuh si B, lha? Dan… “AKH NAUN?” itu reaksi si H sambil kaget dan melempar kamus kanji yang ternyata kamus bahasa inggris yang lantas melayang kea rah selatan, dan mendarat di kepala si B .
Suara hati si B : aink nyak… geus didagor batu 7 kilo, ditajong nepi tijumpalik kacugak beling, didorodod aspal, rek dilindas treuk, kini katincak dan katinggang kamus 7 ons, haduuhh.. memangnya ini debus!
Kembali pada si H yang kaget mendapati si J histeris tak puguh kasus, lalu si J culang-cileung ciga nu cacingan baru menyadari keadaan bahaya di sekelilingnya..
“SADAKOOOOO!” jorowok si J yang selalu berfantasi tentang lady yang satu itu bila melihat pekuburan. “Mol..mol..? Naun nu Sadako? Bodo banget… Sadako mah kaga di pekuburan…”
“…hee?Di mana atuh, Hyung?”
“Jero taneuh!” jawab si H mantap.
ZREBHHHHHHH
Sebuah duren Bangkok ukuran jumbo melayang untuk melibas hulu si H.
“Aduhhh! DBSK, habet maledog ari elu?” yang punya hulu marah, siap membalas dengan batu 7 kilo .
“HeChul Hyung, laen aku..!” tolak si J sambil ngadegungkeun hulu si H.
“Pasti Sadako!” katanya lagi semakin terlihat buleud.
DZIIIGHHHHHH
Sebuah tendangan ojol-ojol eksis membekas di beungeut si J, “Hyung, najong segala ari maneh!!” wajahnya tampak geuneuk dengan tapak sapatu. Si H hanya gideug tak merasa melakukan sambil tutunjuk ke belakang si J memberi isyarat ‘tenjo di tukang elu’.
“Hey.. hey.. sudah cukup belegugnya! Sekarang kalian berdua coba tengok kemari!” kata suara di belakang si J yang akhirnya diketahui sebagai dialog perdana si B. Rupanya dia bangkit dari pingsannya dengan sosok yang memancarkan sejuta feromon, membuat hati si H dan si J bergemilangan harta.
“Gawat!” bisik si H merasa terancam dengan pemunculan pria cantik yang hobbynya ngagoler namun tetap ganteng dalam berbagai kondisi. Jelas! Beungeut horror ciga setan menggoda iman, kulit mulus tak berbulu, dada flat menjurus plasma , biwir galink ciga kurupuk emih , ciga dorokdok atuh sok? Pokoknya kalo di jabar je’er kan, wujudnya bagai rakitan PS3 yang sempura, sebuah perpaduan erotis mistis. Kehadirannya pun sanggup menggantikan matahari yang mengilhami salju di mata jutaan pemirsa, kontan kedua pria made in korea itu bersorak kompak.
“SAHA?”
“SADAKO!”
Ongkoh kompak?
WUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
Si H pun memberi aba-aba untuk mengulang teriakannya agar pemirsa tak kecewa.
“..one..two…three….”
“..KOTMINAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMM!!”
Pemirsa pun dapat bernapas lega, tak lupa menitikan air mata sebagai tanda keharuan melihat kekompakan si H dan si J.
“Akhirnya, dia sudah sembuh!” si J terlihat girang.
“Cumu’un, doblog! Coba kalian jelaskan, kenapa mastaka saya bisa mimisan?” Tanya si B sambil menatap si J dengan beungeut bercucuran getih, namun tetap ganteng ciga Yong Jae.
“A, ampun.. Kang! Bukan abi! Sumpah!”
Si B pun memalingkan tuduhan pada si H yang sedang garuk-garuk kepala, “ANDA!” tunjuk si B geram.
“Na.. na.. anu.. Kang, tadi ada sesuatu di rambutnya, jadi saya singkirkan dengan lembut. Aeesshh.. hebad kan? Kan? Keprok dulu dunk, Kang!!” dalih si H dengan satu alasan yang teu logis namun terpaksa diterima si B. “Tapi, Hyung.. napah menyingkirkannya pake batu? Terus tadi ditendang gitu.. lalu ada beling.. mmhhhh…hmppphhhh”
“Aeessshh….” Si H langsung membungkam mulut si J dengan jukut, lantas tersenyum peurih sambil nyakar beungut si J.
“Oh.. rupanya begitu! Terima kasih pada ujang sudah menyingkirkannya dari bu’uk saya.. pasti itu hewan berbahaya!”
“Bukan, Kang! Daun garing.. wakakakak!” celoteh si H kelepasan bicara.
ZREEEBHHHHHH
Sebilah katana pun melingkar cepat di keronkongan si H.
“Ya sudah, menta map aja atuh, Kang!”
KALO MENTA MA’AP BERGUNA BUAT APA ADA POLISI
Aeesshh.. begini yang harus aku bayar gara-gara ngagabrod kepala batur! Dia berani ancam akan menggunduli rambut lembut ini, padahal rambut adalah mahkota wanita . Kepaksa aink kudu menebus dosa katanya, menggantikan dirinya menyamar sebagai bassist sebuah ben Jepang, aesshh.. ben lho.. bukan boiben! Cihuy, teu modis banget ngeben! Mana judul bennya gak yahud, serius!
“Totchi..” nah ada yang ngageroan tuh, itu dia nama yang harus kusandang, akh gak gaya.. kurang selebriti. “..chi, Totchi, heh Totchi!!” yang dari tadi manggil-manggil itu leadernya ben aku, kesingnya mah ganteng pada umumnya namun karisma pleus feromon mengalir deras dari berbagai sudut, pokoknya beda jeung leader Suju mah.. hampura, Teuk!
“..Totchi, ngomong sama siapa luh?” tanyanya curiga aink geus gelo.
“NAun.. eh, apa.. apa?” kudu kobe dan menjaga image kalo jadi anak ben mah.. tak boleh menampakkan sosk serigala dalam dombaku, akh naon ari gweh? Kemudian, sosok leader yang disinyalir bernama Kaoru itu menaruh gitarnya, lalu beralih nyabakan beungeut aku.. mungkin dikiranya ini celana dalam, boleh dipilih. Dia pun lagi-lagi bertanya, “Kamu serius salah operasi?”
“A.. aesshh tentu dunk, di korea tuh beungeut alim kayak gini langka.. tak tartandingi!”
“Langka seperti populasi beruang kutub!” komentar Shinya, sang drummist sambil nakol drum. Aduh, sayang aku hoream heureuy.. sibuk.. sibuk, maka aku pun hanya kesangan di sudut ditemani bass yang kini menjadi teman mainku. Namun si guitarist yang satu lagi, Die mun teu salah mah, dari tadi dia trus memperhatikan beungeut ini. Whoo.. jangan-jangan dia sadar kalo aku ini KHC dari supermih… supermen… eh, superpel, akh lain atuh AJIGH.. Super Junior! Ngomong-ngomong eta si leader jago maen gitar beda sama yang di rumah.. hampura, Teuk!
BRAAK
Tiba-tiba sesosok pria mungil, lebih tepatnya kontet, muncul meramaikan suasana.
“..semuanya, hampura gw telat!!”
“MIKI!!!!” teriakku kencang menyadari dia mirip si anggota … teu kudu disebut, ntar numpang popular lagi. Si M pun hanya menatap kerung seperti mbe menatap jukut.
“Loe.. saha?”
“Lha.. bukan si Miki toh, oh pantes imut.. haa.. salah paham ih gweh!”
Melihat aku sibuk ngocoblak dengan kamera si dia yang kufitnah sebagai si M pun bertanya-tanya pada sohib yang lainnya. “Kochan, siapa dia?” tanyanya pada sang leader yang lebih ganteng dari leader grup aku, hampura Teuk!
“…hebat! Super show, eh super jenius.. sampe Kyo juga gak kenal!”
Oh, ngarana teh Kyo.. ciga pamaen kartun yang maen pedang saja! Wajar teu apal juga, aku kan good morning, eh good looking.
“Siapa, nyak?” si Kyo terus saja penasaran. Akhirnya si Die pun angkat tangan ingin menjawab pertanyaan si Kyo.
“..Totchi, Totchie! Abis operasi plastik masal di Korea…”
Kala itu si Kyo berhasil mengeluarkan reaksi takjub, begini reaksinya…
“Arrghhh..” ngajerit dulu lantas..
“…AAAAAahahahahahahahaha” tertawa lepas mengalahkan durasi empat musim. Aeesshh.. alus! Dia orang jepang pertama yang harus kuracun.
“Totchi?” tanyanya sambil menatap tak percaya pleus nahan ketawa sebagai ungkapan kekecewan terhadap hasil operasian ini. “..bukannya elu ngeprint poto.. mmhh siapa itu? Ikon operasi plastik korea.. bishounen yang maen di setangkai kembang mirip sakura tapi tak semewah sakura, dan tak sesederhana melati…?”
KOPLOK
Mungkin maksudnya si LJK bencong kelas teri itu lebih alus dari Pretty girl, eh pretty boy Cinderella Kim Hee Chul dari Super Junior, gitu?
Tenang!Tenang! Aku tak boleh bertindak kasar di ben batur. Wanita sejati harus selalu tampil kalem dan anggun dalam kondisi apapun. Maka, aku hanya tersenyum dan menjawab dengan sejuta kerendahan hati, “Potonya luntur, makanya aku pilih pretty girl, eh prêt…bla..bla..bla.. Lagi popular di korea, cantik nyak?” aku pun melirik untuk meminta sumbangan pujian dari sang leader. “..ciga bencong!” komentarnya sambil menatap pedaaas menoreh jantungku.
Aeeshh…….. Teuki elu dimana?
BEAUTIPUL DIRTY
“Buruan Kang.. buruan!!” Kim Je Jung tampak riang gembira menarik-narik lengan si B yang bernama jelas Toshiya, tapi gentraan aja Totchi biar intim! Sementara si J sangat aktif menunjukan Korea ibukotanya Seoul dengan bangga, si T hanya molohok sembari ngalepus udud, “Phuuuhhh…….”
“Oh, kita belom lihat Monas… hayu ,Kang …hayu!”
“Sori.. bisa cicing dulu? Sudah 7 jam kita puter-puter kota garink tiada lelaki muda segar ini… sungguh saya nyeri suku!” si T merasa desperate mulai rindu kampung halaman.
“Ho.. hotel!Kita nginap di hotel mana?Langsung saja ngagoler, kalo tidak bisa rematik!”
“Hotel?Ma’ap, Kang.. aku gak ada duit!”
“Imah? Tempat tinggal Ujang?”
“Tak ada di sini, aku pan lagi gelut eh, debut di Jepang..”
“..ja..ja..jadi..” si T mulai tergoncang.. “..buat apa ngajak piknik ke negeri mebosankeun ini? Mana kagak bawa duit, kartu kredit, rokok, baju, cd, beras, kondom?! kenapa harus buru-buru?? TanGGung jawab!!!” si T terus norolong dengan dialog datar namun ekspresi menyakitkan karena terancam melarat di negeri orang. “Ma’ap..atuh, Kang.. soal baju ganti, aku bawa kok!!”
PRIIIIIIIIIIIITTTTTTTTT….. WIIIIIIUUUUUNGGGGGGG…….
Terdengar bunyi peluit dan sirine pemadam kebakaran, plus sorotan lampu yang berasal dari helicopter yang melayang-layang di udara.
“KIM JE JUNG!! INI aku, Kamu juga tahu!! KAMU TERTANGKAP!! AYO KITA KEMBALI KE JPN!! KAMU HARUS MULAI PITNES, COME ON!!”
“Haa.. gawat, itu si yunho!! Ayo kita kabur, Kang!”
“..telat….” si T hanya diam sambil tetap ngalepus udud melihat si J terbungkus jaring.
“..haaaaa…. aku katangkep, aduhhh ma’ap, Kang meninggalkanmuuuuu!!”
CRING
Si J pun menghilang di udara bersama sang helikopter.
‘bagus, meninggalkan tas uweuh duitan.. ini lagi kenapa cuman yukata? Mana ungu lagi.. AAKKHHHH… saya mau yang koneeeeng.. son of bitch…!’
Di laen pihak, si H terjebak shoxx tegangan tinggi karena dia beserta ben barunya harus mentas.. mentas lho! Itu artinya dia harus menunjukkan keahliannya bermain bass, bukan keahlian melawak atau meniru artes lain, atau kemahiran menyanyi sambil joged . Kali ini dia hanya dibutuhkan sebagai pemaen bass untuk memuaskan jutaan penggemar di akasaka blitz .
“Ha..hancuurr.. Kumaha kasusnya jadi genting begini?” sayangku yang baru selesai make-up ala Jrock ini langsung pucat begitu kru mengharuskannya segera muncul di arena pentas. Padahal, dari tadi dia cekikikan sendiri menikmati indahnya kesempatan cosplay.
“Toshiya-san, silahkan..!”
“WhoooOOOOOOOOO……” mulutnya menganga buleud dengan ekspresi superpel eh, super tegang yang berubah menjadi kengerian yang extreme remix disko crazy begitu sang drummer, Shinya mendorongnya masuk ke atas pentas. Lampu gila pun menyorot galak kepadanya, spontan para penonton menjerit-jerit ciga entog kelaparan. Beungeut si H pun semakin kaku seperti kelebihan botox. Gejala mual dan nyeuri beuteung mulai menyerang dari segala penjuru.
“Ajigh… i..i.. ini.. yang.. na.. namanya be.. ben? Omona~” keluh si H di dalam lamunannya.
Buugh
“Jangan bengong! Ambil bassnya!!” seru sang leader sambil nyabok.
“…aeesshh..” si H pun jadi napsu, melupakan gejala ngeben syndrome-nya. Tanpa ragu-ragu disabetnya bass yang sudah dipersiapakan, lalu mulai pasang aksi dan gaya meniru pideo klip yang selalu ditontonnya, wonder girls.. yaaaa gemana bisa maju.
‘kalo cuman gigitaran seperti anak ben.. the trax , gwe juga mahir! Percuma selama ini penggemar menjuluki The cute impersonator, eh apa’an julukan gwe teh? Poho deui urang’ pikir si H di jero hate.
~JreNG
Lagu pertama sukses membuat penonton panas
~JREEEENGGGGG
Lagu kedua juga berhasil membuat kehebohan penonton sampai ngalung-ngalung diri.
JRENG~
Begitu pula dengan lagu-lagu selanjutnya yang tak kalah spektakuler..
WOW! Sayank teh mahir bermain bass rupanya, aksinya begitu tekun seperti sedang ngapalkeun kakalian. FANTASTIC IMAGINER.. multi talented, SM Entertainment beruntung memilikimu, He!
Namun, si H sadar kalo ada yang memperhatikannya selain penonton yang sedang menyimak konser. “WHAT? NAUN?” tanya si H pada ke-empat personel lainnya yang sedang menatapnya garang di tengah hingar bingar kekuatan miusik. Sang leader pun berlari ke arahnya sambil pasang aksi gigitaran, lalu berbisik keras di telinga si H..
“MAINKAN BASSNYA, dari tadi euweuhan.. hahahaha.. jangan bercanda, DOBLOG!!!”
“…ka..kaoru, bassna lipsing.. lipsing atulah, plis!!”
“…APAA? Gak kadenge! NEXT SONG, UMBRELLA!!!”
Sang drummer pun segera menancapkan pukulannya sebagai intro.. lalu, Semua personel Dir~en~Grey pun menunggu sang bassist memainkan bass, namun 3 menit berlalu.. tak terdengar suara bass beserta penampakkannya. Kemanakah dia?
Siiiiiiiiiiiiiiiingggggg
“…si Totchi pingsan!” lontar sang vocalist melalui microphonenya.
JReNG
Back to Korea ibukotanya seoul…
Tochiya-ku yang body-nya shape ciga model hot lookin’ itu mulai lelah terkontaminasi tebalnya debu yang menyemprot di mana-mana. Untung, dia tidak belegug seperti sayank-sayank yang lainnya.
Si H : “..Ajigh!”
Si J : “..Doblos!”
Mengetahui kalau kekejaman kebul dan efek sinar UV tidak baik untuk perkembangan kulit, si kaset pun pergi ke curug pemandian umum, luluran kembang, dan sedikit mengintip janda yang sedang mandi . Selesai shower-an, kulitnya kembali cerah memancarkan expecto petromax dari semua pori-pori tubuhnya. Namun, kendala euweuh baju ganti, dia pun terpaksa membalut tubuh mahalnya dengan yukata peninggalan si J.
“Kanapa harus pake ini?” si T pura-pura kesal di depan cermin, padahal atoh berat lantaran rindu bebencongan seperti dahulu kala.
Betul saja!
Begitu turun ke jalanan, si T mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berpapasan dengannya. Tak ada yang absen memandangnya dari ujung suku sampai ujung rambut, seolah tak ada benda lain yang patut diperhatikan kecuali dirinya.
“Dasar aneh!!” gerutu si T sambil najongan kaleng
Dia merogoh ke dalam ‘cd’, akh lain.. ke dalam sakunya mencari rokok namun tak ditemukannya.
“…udud…udud…” dia berlari secepat mungkin ke convenience store terdekat untuk mendapatkan rokok. Tapi, sadar teu gableg duit.. bahkan satu-satunya cincin yang dipakainya pun sudah raib buat mayar pemandian umum. “..I cancelled tu buy bako! Adios…” kata si T sambil diam-diam nyakuan kondom, ongkoh hayang udud. Pegawai toko pun olohok bingung menatap si T yang kini merebut sebungkus rokok dari saku bajunya. “..come on, dun luk at me like dat.. ok!” tambah si T sok inggris bari teu baleg, siap-siap hengkang dari tempat tersebut. Tiba-tiba seorang pemuda berperawakan jangkung ipis, berkulit seupa, berambut hitam, bertampang penyakitan, tapi lucu ah.. ojol-ojol masuk nyuruduk si T ciga munding kehilangan tanduknya, teriak-teriak minta kondom, eh tolong.
“..to..toni eh, tolong.. tolong saya..!!” nafasnya terengah-engah pikawatireun seperti habis balap lumpat tujuh belas agustusan. Si T pun jadi terenyuh dibuatnya, ingin membunuh, eh mencium, eh memotong, eeehhh… menolongnya, tapi teu jadi da bingung dengan kosakata yang cocok.
“Tolong, uhux… tolong, Kang!!”
“Apa yang harus ditolong? Anda nyolong? Abis liat sundel bolong? Pengen naek odong-odong? Ato dikejar bencong? Ngomong dong!!” tanya si T pada sang borondong sambil norolong seperti ban ngagorolong remnya blong…
Goooooonggg
“..itu..itu..uhux, saya digerebeg pens, di luar.. di luar bahaya banget.. tolong, Kang!”
“Pens? Memangnya Ujang artes?”
“Sayangnya begitu, matak loba penggemar juga.. ngerti meureun, Kang!”
“Ok, tenang! Biar saya coba jinakkan mereka!” kata si T sambil gagayaan ciga power ranger melangkah ke luar untuk menghadapi penggemar yang dimaksud oleh sang pemuda.
Akhirnya si T berhasil mengungkap tabir dalam kerumunan massa yang histeris ajrug-ajrugan sambil saling ngadagorkeun hulu. “So..sori, tenang sodara-sodara! Kalian mengganggu anak di bawah umur…” kata si T dengan ekspresi orang dewasa. Entah kenapa keributan pun tak lagi berlanjut. Kerumunan massa pun langsung diam memahat menatap pemunculan si T. Mulut mereka mulai kompak terbuka mengeluarkan cairan kuning kehejo-hejoan, lantas teriak kompak menuunjuk si T.
“KOTMINAAAAAMMMMMMMMM!!” sambil siap-siap ngagabrug si T yang kala itu berubah geuneuk melihat ancaman benda-benda tajam, dan merahnya gincu yang akan melayang ke arahnya.
“..a..A…A…duuh…” si T pun resah mengkhawatirkan keselamatannya.
“KABUR, KAAAANG!!!!” teriak sang pemuda sambil menyambar lengan si T dengan sigap membawanya berlari se-express mungkin meninggalkan kekacauan.
“…Ha…pahh itu tadi? Hosh.. hosh.. how freaky!! Shinjirarenai..”
“…hosh.. hosh.. uhux.. makasih udah menyelamatkan saya, Kang!”
“Ka…kalau makasih berguna… BUAT APAHH ADA POLISI HAAAAAAH?????” si T tanpa sadar histeris begitu ingatsaja dirinya hampir tewas diperkosa di Negara batur.
“Kenapa ari Akang?” sang pemuda bingung dengan reaksi si T yang tidak seperti biasanya.
“Teu… tak usah dipikirin, Jang! Tadi itu hanya luapan kekesalan…”
Akhirnya, secara alami.. mereka berdua pun saling berkenalan, dan berjabat tangan untuk pembalasan atas marathon yang telah ditempuh bersama. Si T pun menceritakan kisah hidupnya yang tragis mulai dari ditinggang batu sampai dia piknik ke Korea, sang pemuda pun diliputi simpati yang bebas rooming sampai-sampai mengajak si T ke kediamannya.
“Aku pulaaang…!!” seru sang pemuda begitu sampai ke kediamannya.
“Gomen kudasai!” ceuk si T, caritanya mah sopan santun padahal percumah ngomong Jepang oge euweh nu ngarti. “Masuk, Kang!” ajak sang pemuda sambil menuntun si T.
Tiba-tiba datang pria-pria lain yang menyambut kepulangan sang pemuda.
“Kyu Hyun-ah, syukurin deh kamu selamat… Teuki pikir kamu ketangkep!” kata pria yang dari tadi sok berjiwa muda padahal mah apal narrator oge semua itu topeng untuk menyembunyikan tahun kelahirannya. Tak salah lagi, pria bertampang sok imut namun tetap penyon itu adalah Lee Teuk dari Super Junior, leader… leader!!
“Kyute Hyun-ah, mana yang luka.. mana? Sini obati dulu…” kata Choi Chi won pura-pura hariwang padahal hayang nyium, disertai pelukan rindu dan kecupan kangen di pipi Kyu Hyun kamu manis sekali!
“Tak.. apa-apa, jangan berlebihan!” respon si Q sambil mengelap ciduh di pipinya dengan taneuh, dan sabun colek. Sesaat kemudian keluarlah satu persatu personel yang lain dengan segenap kehebohan begitu melihat si Q kembali dengan selamat. Si T pun mulai merasakan goncangan kuat melihat kehadiran pria-pria korea yang jumlahnya hoream ngitung. Apalagi saat mereka menyadari kehadiran si T, dan bersorak kompak sambil menunjuk si T.
“KOTMINAAAAAAAMMM!!!”
Ckluk
Si T pun sisidueun mendengar kata yang sudah tak lagi asing di telinganya itu. Masalahnya kata kotminam itu selalu membuatnya terancam bahaya. Kecurigaan pun dia limpahkan pada para personel boiben yang super banyak itu.. siluman pikir si T di otaknya.
“Who the hell are you guys?!!” tanya si T bari ngaderegdeg takut disembur api dari mulut mereka . Mereka ber-12 pun langsung berjejer rapih membentuk tapal kuda, lalu kompak berteriak, “We are Super Juni.. Oeeyo~” sambil mengacungkan lima jari. Si T pun hanya bisa mengangguk seperti bangkong di musim hujan.
Jepang Ibukotanya Bang Haid, eh Negara Bang haid, sori.. sori tadi aya nu lewat!
Dasar narrator bego! Makana aku mah tak sudi pake narrator, hush.. nyingkah, nyingkah! Aduh.. sampe mana bagian aku teh? Oh, sampai pingsan tak sabarkan diri da malu berat atuh masa harus maen miusik di hadapan pemirsa, mana gak lipsing jadi akunya gak bisa ngeben sambil ngedance . Padahal aku tak keberatan kalo harus menyanyi satu ato 20 lagu, dasar! Aku tak boleh mengambil jatah si Kyo, harus ngalah sama yang lebih pondok eh tua mah.
Sudah 7 jam lewat dari tragedy konser without bass itu, aku pura-pura masih pingsan da SUMPAH kecewa berat lantaran kagak diizinkan nyanyi. Aduh gawat, leadernya datang! Pasti mau nyarekan! Aku harus mempertahankan adegan pingsan ini. Dia mulai mendekat ke arahku, haduh pake diuk di tepi ranjang segala lagi. Aku pan jadi khawatir, soalnya dia ganteng, akh laen.. aku takut kapanggih pingsan bohongan. Karena penasaran, aku mengintip sedikit… Ajighhhhh… peso! Dia mengeluarkan peso… whoooooa, pasti hendak menggunduli rambut lembut ini, Omona! Peso itu mulai menari-nari lembut di kepalaku, melewati helai demi helai bu’uk indah ini, poho belom keramas dua bulan aink! Tu..tu..tulung, kalo aku hudang dia pasti menancapkan peso itu di jantung ini… tuluuuung! Btw.. titatadi urang kudu ngocoblak terus padahal ini kan ceritanya lagi pingsan, mana bisa konsentrasi memainkan dua peran sekaligus, baleg atuh, Nar!! Mana narratorna??
SEKARANG BUKAN WAKTUNYA PUNDUNG!!! BURUUUUUU AJIGH!!
Jadi.. Cinderella kesayanganku itu pura-pura pingsan, sementara Kaoru, sang leader ben diru tak tahu kalau sang upik debu menipunya.. [“HEUH…ULAH DIBEJA_BEJA PINGSAN BOHONGAN ATUH DOBLOG!!!”] ya. Ampun ongkoh pingsan… kembali pada peso yang mengancam ketenagan si H.
The knife yang disebutkan si H merupakan alat pencukur rambutnya, ternyata sisir berwarna perak, sayank ah pitnah! Bisa dipastikan kalau Kaoru yang perfectionist itu sudah aral melihat bu’uk si H yang acak-acakan seperti lorban gempa, dan rindu beberbie-an karena tangannya begitu cekatan menyisir rambut si H. Untung saja dia tidak mencium bau bu’uk si H, kalau tidak pasti rambut si H sudah menjadi abu diduruk si K.
Namun
Si H bereaksi kaget di dalam hati begitu si K tiba-tiba meletakkan telapak tangan yang penuh kapalan diwajah si H, membuat sang Cinderella tak dapat bergerak, hanya menjerit di jero hate seperti diserang eureup-eureup begitu si K mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya.
“Aeesssssshhh……..” si H pun buru-buru menyingkirkan si K, lalu siap-siap membantingnya dengan batu 7 kilo.
“Kenapa luh?” tanya si K heran melihat reaksi si H yang berlebihan melap bibirnya, melap meja, malah mencari baju kotor untuk dicucinya.
“AKANG, eh.. MANEH YANG KENAPA? HOMOOOO!!!” tuduh si H sambil maledog piring.
“MANEH YANG HOMO!!!!” balas si K shox hampir tertembak piring…
“Mana ada!”
“Tentu ada! Kamu yang menerapkan kiss before and after…bla..bla..bla, blog!” lanjut si K sambil nyabok. Si H pun hanya bisa menelan ciduh sambil berkata, “Omona~ Oh No, plis leave me alone!”
Sementara itu di negeri Juinkinie sayank kamu cantik sekali, would you marry me?
Si T tak dibiarkan menikmati ketenangan hidup sedetik pun, para personel Suju terus mengusik liburannya. Mereka senang sekali akan kehadiran si T yang statusnya pria cantik ciga model itu, serasa dibelikan mainan baru karena si T serba bisa, dan jago bermain miusik.
“Udah malem, maennya dilanjutin besok ya….” Kata sang leader mengingatkan para personelnya.
“lalu.. lead, saya tidur di mana?” ceuk si T dengan wajah memelas, setelah lelah di co’o anak-anak Suju. “Akang tidurnya sama Kyu aja, kan dah akrab kan?” jawab si LT sambil mengibaskan poni. “Kiyu tuh yang mana?” si T bingung sambil culang-cileung mencari orang yang dimaksudkan.
“Sini, Kang! Sini!” si Q gugupaian sambil ajleng-ajlengan.
“Oh..kamu, yang tadi!” si T pun langsung nyampeurkeun, lalu.. tanpa pengumuman melayangkan sebuah kecupan di bibir sayangku Kyu. Chup!
Si Q pun nyaris lumpat memanggil ambulance karena jantungnya ngadadak peurih, bermaksud ngepret si T sebagai ungkapan antara tak rela dan hayang deui namun tak jadi lantaran si T keburu mencuri start untuk tidur.
“Terus abi ngepret siapa?” si Q pun nelangsa.
PLAK
Berakhir dengan ngepret nyamuk yang sedang nongkrong di tarang si LT
“Aduuhhhh, Teuki mah gak kuat..huuuuung”
UNEXPECTED
PRANG
Mug koneng tweety yang dipegang Tochiya dengan anggun ngagolosor dari cengkeramannya begitu dia menyadari suatu hal yang sangat besar sejak beberapa hari tinggal di kediaman Suju. Dia tampak mematung memandang poster extra big Suju yang dipajang diruang utama. Suju yang saat itu sedang anteng menonton komedi ceria, terpaksa kehilangan tawa untuk mengalihkan pandangan ke arah puing-puing mug yang berserakan di lantai.
“…mug…mug, punya Hee Chul hyung!” kata dong hae terbata-bata sambil ngagaplok beungeut Hyukjae.
“Ini…” tunjuk si T pada sakadang poster, tepat mengarah pada wajah KHC.
“Akang kenal sama Kak Hechul?” tanya Sung Min penasaran, si T terus saja komat-kamit sambil melotot seperti anak yang dicarekan orang tuanya, nafasnya tertahan, kepalanya ngilu, perut pun mulas seperti datang bulan.
“Kenapa, Kang? Ada yang salah?” si LT pun nyampeurkeun karena khawatir si T memuntahkan makanan yang sudah dimakannya.
“Kesalahan yang sangat fatal, po…poster ini… poster ini norak sekali! Kalian nyadar tidak?”
WUUUUSSSHHHHHHH
Angin pun numpang lewat mengacaukan poni The leader of Suju.
Malam ini langit tak sepucat kemaren, bulan tok juga hadir memeriahkan suasana hati Toshiya yang mulai rindu maen bass.. rindu teman.. rindu kabogoh.. rindu-rindu aisawa.
“Apa.. dia juga menatap bulan yang sama?” ceuk si T hahariringan membaca lirik gravitation, sambil ngajanteng menatap bulan dari ambang jendela.
Melihat kondisi si T yang seperti pasien RSJ itu, Choi Chi Won pun mendadak ingin menghiburnya, begitu juga dengan personel yang lain..
CSW : “Besok, ikut aku syuting yuk!”
SM : “Mending lari subuh bareng aku ma Ryeo Wook!”
YS : ”Aku ikut!”
DH : ”Atau ikut aku dan EH, shop buntut, eh shoping, Kang!”
KB : ”^_^
LT : ”..siaran bareng Teuki aja, besok ada FT Island Lets GO!”
HK :
Q : ”Besok saya check up, jangan milu!”
Kala itu reaksi si T hanya menguap sambil ngaleos dengan meninggalkan kode oke pada jarinya, lantas sare da hoream, eh lapar, eh tuduh, eh.. jadi nu mana atuh, Kang? Yang tunduh aja atuh ya!
Besoknya…
Si T didera shox tegangan tinggi untuk yang ke sekian kalinya begitu membuka isi lemari Cinderella KHC di mana dirimu berada.
“Kenapa, Kang? Ada yang cocok nggak? Kalo gak ada, boleh pake punya saya!” kata si Q sambil memakai bedak , sambil ngepang rambut aja atuh nyak!
“Apa..kalian baik-baik saja?” tanya si T dengan wajah cemas.
“Kenapa, ada yang aneh?” si Q jdi penasaran ikut melihat isi lemari KHC.
“Oh.. ga ada yang cocok!” balas si Q setelah mendapati isi lomari sayangku Cinderella.
“Mana mungkin cocok! Baju awewe kabeh!” si T pun membanting lomari sambil bersenandung pilu di jero hate.. duh hayang make tapi malu!
(Di laen pihak..)
“Aeesshh…” hanya itu komentar si H begitu membuka lemari si T.
“Dia.. pasti bercita-cita jadi Barbie!” katanya pada Kaoru yang menungguinya ganti baju.
“Kosplei.. kosplei…” bela si K tak mau imej teman segrupnya rusak yang singhoreng hobi make baju awewe pula.
“Dasar bencong!” celetuk si H bari mengambil salah satu gaun berwarna pink pucat.
+_+
“Sorry, aku pergi duluan, takut telat nih!” Choi Shi Won buru-buru berangkat syuting, begitu melihat si T dengan dandanan lengkap keluar dari kamarnya. Si T pun melirik ke arah Sung Min, Ryeo Wook, dan Ye Sung yang siap dengan kostum lari subuhnya.
“Ayu, keburu siang, ntar panas!” kata Sung Min sambil menjewang dua temannya.
“Aku ikutan lari aja, gak jadi shoping… biar hemat! Yuk, Eun..!” Dong Hae pun segera menyusul teman-temannya sambil menarik Eun Hyuk. Melihat perlakuan mereka yang kemarin ribut mengajaknya pergi, tapi malah meninggalkannya , si T pun merasa kecewa karena teu dibawa. Dasaaar pembantuuu..eh, pemuda jaman sekarang! Apa dia sudah berbuat sesuatu yang melenceng, padahal dia tak pernah menyontek saat ujian, jadi naon masalahna? Ki Boom pun hoream menjelaskan, makanya diam-diam menuju pintu keluar dengan tujuan soting sinetron. Disusul si Q yang memang mbung membawa si T da masih tak rela dicabok eh dicipok. Tinggallah sang leader dan sodara Han Kyung yang masih bertahan bersama si T.
“Tak usah sedih, Kang! Nanti nyusul aja ke acara radionya Teuki.. biar diantar sama Han Kyung!”
“…ok!” jawab si pura-pura senang, padahal nafsu inditnya sudah hilang.
“Tapi.. jangan kikituan ya! Teuki mah gak kuat!”
BLuGh
Si Teuki pun lumpat meninggalkan mereka berdua sambil menitikan air mata.
“Ki…ki…kikituan apa? Naun eta maksudnya?” tanya si T pada si HK.
“Ma, maksudnya mungkin dangdosan Akang!” tunjuk si HK pada si T yang kala itu mengenakan kemeja bodas berseri dengan sulaman bunga sakura berwarna perak, dipadu celana jeans yang tarcabik-cabik mengeksplore bagian pahanya yang mulus, tak lupa membiarkan kancing kemeja bagian atasnya terbuka memamerkan dadanya yang flat, beda sama sayangku yang durhaka itu.
“Ow.. ngarti gweh! Norax ya?” tanya si T lagi.
“Nggak… nggak tahu! Tapi, sepertinya akang bisa menghambat keberadaan mereka… prinsip artes kan tak boleh ada yang lebih bersinar, mungkin eta juga yang jadi factor utama, Kang!” tumben lancar.
“Maneh ngomong naon?” si T kebingungan, singhoreng si HK ngocoblak seperti diaolog metro Xin Wen. “Kamu orang china ya?”
“..he..he…”
“Ada sesuatu di rambut tuh! Coba merem!” tangan si T menggapai-gapai rambut si HK yang ngagugu aja dititah peureum, tak sadar kalau kehormatannya telah terengut.
“Oh.. sama aja!” ceuk si T sambil ngaleos polos setelah sukses mencium si HK.
Wuuuuushhhhhhhhhhh
“Kang Totchi, sini.. duduk sama Teuki!” si LT terlihat girang saat mengetahui kehadiran si T yang datang diantar Han Kyung yang nyeuri panon setelah menghabiskan one litter of tears akibat terharu, eh tersiksa dicium si T. “jadi.. ini yang kamu kerjakan?” kata si T sambil ngoprek alat-alat di ruang siaran.
“Duduk, Kang.. sebentar lagi kita panggil bentang tamyunya…!!”
“Ok…” si T pun nurut, penasaran bagaimana si LT kalau lagi siaran.
“Kita panggil aja ya.. bentang tamyu yang sudah tidak ajigh lagi.. Eptiiiiiii ailannnnnn…lets go!”
“Horeeee!!” teriak si T datar memeriahkan suasana .
Maka, para personel FT Island pun arabus satu demi satu.
“Kita absen dulu, satu-persatu… Choi Jong hoon, gitar!”
“Hadir…”
“Choi Min Hwan….drum?”
“Hallo..”
“Oh Won Bin… Vocal+gitar, wah hebat!”
“…terus… aduuuhhhh, si anak! Kang teuk!”
“WHOAAAA….”
“Aduh Teuki seneng deh.. lalu, bass.. Lee Jae Jin??!!”
“………………….”
“Jaejinnie!!” panggil si LT menyadarkan sang ABG, si JJ hanya olohok menatap si T sambil tunjak-tunjuk. “…To…To…”
Si T pun culang-cileung. takut di belakangnya ada semacam jurig atau iblis menggoda iman.
“Napeh luh, Jin?” si kang Teuk ikut hariwang rekannya epilepsy. Stasiun pemancar pun harus di Op seketika dan diputarlah lagu Yolanda dari miss you ben sebagai obat penahan lapar.
“Jinnie, kenapa? Ngomong, dunk!” si Kang Teuk terus waspada takut si Jinnie tiba-tiba Utah dan ngabudah ngerakeun senior. “Ini kereseknya!” kata si arab sigap, si jinnie tuluy tutunjuk kea rah si T.
Jinnie : “To..to..to….!”
LT : ”Tomat?”
JH : ”TonI?”
KT : ”TOYIIIIBBBBB!!! WAHAHAHAHA”
WB : “Tolong, menta tolong kali!”
MH : ”Togeeee…pasti toge…”
Si jinnie pun kesal, dan terpaksa menghentikan aksi gagapnya..
“Laen eta!” katanya lancar sambil ngedegungkeun satu persatu personel FT beserta hulu leader suju sebagai bonus ngadegungkeun tilu dapat satu. Lalu si Jinnie ngagajleng mendekati si T.
“Toshiyaaa!! TOchimacha Hala, bassist Dir en Grey, nama panggilan Totchi…bla…bla…bla…” dia terus ngajorowok tak kiceum-kiceum sampai harus dibius temannya.
_
“Whooaaa………. Siapa yang ngaduruk eh ngadahar es bon-bon?! Haduh mana bisa lodom kalo ga makan itu…..!! Ngaku-ngaku!” si SD terlhat putus asa ciga cak-cak kehilangan reungit mendapati es bon-bon rasa vanillanya raib entah kemana.
“Eeteuk Hyung, es bon-bon… ilang!” rengeknya pada sang leader yang anteng masak ramen untuk si T.
“Apa’an, teuki mah ga tau! Salah…ah…salah!”
“Tak usah ngaderegded atuh, hyung!” celetuk Kang In dari kejauhan… Si SD pun jadi menatapnya penuh curiga…… “naundhh ari maneh! Sumpah, Teuki magh teu apal… apalagi yang rasa vanilla… giung…giung, makan sedikit juga langsung giung!”
“Ongkoh ga tau!” kata si Q tiba-tiba ngalewat.
“Qyu, ah…… bisa aja! Becanda… becanda… “
Tiba-tiba si T muncul dengan sejuta feromonnya…… menyambar si LT kepelukannya lalu terjadilah adegan horror. “Rasa vanilla!” kata si T garing setelah sukses mencipok si LT, lalu ngaleos tanpa uang tanggung jawab nuturkeun manesku Kyu. Si LT pun hanya bisa tersenyum pilu kearah pemilik Es Bon-bon yang saat itu sedang mengacungkan peso seukeut.
“…..cuman sekali Teuki magh! Sumpah !!”
~~~~ JReng ~~~~~~
“Kang, mo ikut Teuki leuleumpangan nggak???” tanya LT kepada si T yang tampak akrab nonton telenopela bersama si Q, “Sori, saya tak punya minat jalan-jalan nanti bisa nyeri suku!”
“Daripada bosen diem terus, mending ikut Teuki hyung, Kang !” si Q ikut mendukung…
“He’eh bosen nih…” si T setuju, ”ciuman yuk!” lanjutnya lagi pada si Q yang langsung hengkang dari tempat duduknya.
Ting…….. Tong
“Biar aku yang buka pantonya!” si Q tampak semangat padahal alesan agar tidak dicipok si T panto pun dibukanya………… Teeeettttt~
“TEuki hyung aya si anak!” teriak si Q diambang panto….
“……Ow sama orok-orok lainnya!” si Q pun mempersilahkan para tamyu itu masuk.
“Hongkieeeee !! sini….sini ada kueh!!” si LT atoh berat dikunjungi Lee Hongki dari ANTZ island.
“….eh… sama yang lainnya juga gening ! Itu siapa namanya? Min Hwan… imut banget sih!! Nanti kita maen boneka ya !!”
“Gak usah, Hyung! Kita gak bisa lama-lama!” kata si KT yang mulai sieun dengan kelakuan si LT yang terus ngekesek dirinya. “Mo kemana? Baru juga dateng!” ceuk si LT, tak mau si KT pergi.
“Ini, kita cuman mau nganterin si Jinnie..”
“Jaejinnie? Mana? Manaa?” si LT mencari-cari keberadaan ABG yang mirip mbe itu.
“Ituhhh!” tunjuk si KT pada si mbe yang kala itu tengah lupa diri memaksa si T agar menerima segunduk kembang rose merah sambil tersapu malu.
“Whassap, pake ngasih kembang segala?” tanya si T kebingungan.
“Hanya ingin berkata dengan bunga!” tembal si Jinnie, garink sayank ah!
“Sori, saya tak bisa terima!”
“Kenapa? Uwe~? Nande?”
“Saya mau yang KONEEEEEENGGGGG!!!!” jorowok si T sambil menjambret bunga dari tangan si Jinnie. “Asikkkk, jadi boleh, kan? Aku belajar bass sama Akang? Boleh yaaa? Boleh atulah! Aseekkkk!” ongkoh nanya tapi dijawab sorangan. “…tapi, sebelumnya poto bareng dulu ya, Kang ya…! Terus tanda tangan di bass aku, boleh ya? Pasti boleh! Asikkk!!”
“Ge..gemana maneh we~, tapi jangan sambil ngagabrug atuh Jiiiin!”
Malam harinya…
“Jaejinnie, hayu pulang dah malem!” sang leader PT island tiba menjemput.
“Cepat pulang ya, nak! Saya biar istirahat dulu.. dari tadi ngurusin budak aja… aduuuhhh! Hus…hushh!” si T tampak aral tak sanggup ngasuh si Jinnie lagi.
“Mbung pulang, mau mondok aja ya Teuki Hyong ya? Boleh kan? Boleh yaaa… asiikkkk!! Ya. Kalo gitu Kak Jong hoon mantog dulu, cokot piyama urang jug!”
BRUGHHHH
The leader of Antz Island pun terpaksa membius si Mbe sayank dengan hantaman karung beras di kepalanya.
“Ma’ap, sudah ganggu dan merepotkan semua..+_+” si Jong Hoon pun berpamitan sambil ngagembol si Mbe yang kokorejetan mbung balik.
“Hayang mondok…haaaangg! Mondokkkkk…!”
“Ssst… Jaejinnie norak ah, baru ketemu idola juga…” ceuk Jong Hoon terlihat malu dengan kelakuan si Mbe.
TING TONG
“Biar aku yang buka!” ceuk si Q rajin, tapi belum sempat dibukanya, sang panto sudah ngagubrag duluan because of ditajong dari luar. Para personel Suju pun kaget berat begitu tahu siapa penjahat yang sudah ngarusak panto.
“KAK HEE CHUUUUUUUUUUUUL!!!!!” teriak Ki Boom, tumben!
“Boomie sayank, kangen nyak ka abdi!”
“Laen, Kak! Eta si Kiyu katinggang panto!!” ceuk Ki Boom lempeung sambil ngaleos ka jurang, haarr…
“MANEHHH!!” kata si T tiba-tiba, “K…kenapa buru-buru balik?”
“Kang Totchieeeehhhh!” teriak si H dengan mata berkaca-kaca sambil ngagabrug si T.
“Lesotin, Blog!”
“…Hechul mah dah muak jadi anak ben, mesti gigitaran pose sanah sinih teu bisa lipsing! Tapi, ada satu masalah yang lebih gawat… kabogoh Akang, itu.. tuuhhh….!!”
SRETTTT
Semua mata pun mengarah pada lampu yang menyorot kepada sosok pemuda jangkung, berawak datar, bertampang cantik dilatari jatuhan duit receh beserta beas yang berguguran, dan permen sebagai pelengkap
Jong Hoon, leader PT island sejahtera pun ngadadak uceng membuat semua orang tercengang.
“MIYAVIIIIIII!!! AKAAANGGGG, DAH LAMA JONG HOON NGEPENSSSSS…… AJARIN MAEN GITAARRRR, DUNK! Eh, tapi poto bareng dulu.. eh mending tanda tangan dulu.. eh karokean dulu yuu… eh…?!”
BLUGHHHH
Si Jinnie pun balas membius sang leader semut island itu.. “Pulang dulu ya, Kang!!” katanya sambil ngajingjing si arab.
The End–